Selasa, 23 Maret 2010

Sekilas tentang Filsafat Yunani Klasik

SOKRATES

Sejarah Sokrates merupakan suatu masalah bagi para ahli sejarah filsafat karena Sokrates sendiri tidak menuliskan apa-apa, jadi, untuk menentukan pemikirannya, kita tidak dapat mempergunakan buah pena Sokrates sendiri. Itulah sebabnya kita harus mencari sumber-sumber lain yang memberi kesaksian tentang kepribadian dan ajaran Sokrates. Sumber-sumber ini didapatkan dari Aristophanes, Xenophon, Plato, dan Aristoteles, walaupun sumber-sumber ini tidak menggambarkan Sokrates dan kearifannya dalam bidang filsafat dengan cara yang sama.
Sokrates lahir pada tahun 470 SM atau sekitarnya, ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 399 SM, dan untuk itu kita tahu bahwa Sokrates hidup sekitar 70 tahun lamanya. Konon ayahnya, Sophroniskos, adalah seorang pemahat, tetapi berita itu agaknya tidak memiliki dasar historis. Ibunya, Phainarete, adalah seorang bidan. Ada kesaksian pula bahwa Sokrates adalah murid Arkhaelos, filsuf yang mengganti Anaxagoras di Athena. Ia juga membaca buku Anaxagoras karena tertarik oleh ajarannya mengenai nus. Tetapi ia sangat kecewa tentang isi ajaran itu. Pada usia masih muda ia berbalik dari filsafat alam dan mulai mencari jalannya sendiri.
Karena Sokrates masuk tentara Athena sebagai hopilites, dapat disimpulkan bahwa mula-mula ia tidak berkekurangan, sebab di Athena hanya pemilik-pemilik tanah yang diizinkan dalam pasukan tersebut. Tetapi lama-kelamaan ia menjadi miskin, karena ia hanya mengutamakan keaktifannya sebagai filsuf. Pada usia lebih lanjut, ia menikah dengan Xantippe. Socrates sering dimarahinya karena gaya hidup yang teramat sederhana dan terkesan tidak memperhatikan keluarganya. Sokrates memiliki tiga orang anak laki-laki dari perkawinannya itu dan dua anak masih dalam usia muda saat ia meninggal dunia.
Pada usia 70 tahun ia diajukan ke sidang karena dianggap membahayakan penduduk Athena. Ia dituduh tidak percaya pada Tuhan-Tuhan yang diakui oleh polis dan mengintrodusir praktek-praktek religius baru, ia juga bersalah karena ia mempunyai pengaruh yang kurang baik atau kaum muda. Dan akhirnya Socrates meninggal karena ia dihukum mati dengan meminum secawan racun, demi mempertahankan pendiriannya yang tidak ingin meninggalkan Athena seperti yang dilakukan kaum sofis.
Ajaran-ajaran Socrates sebenarnya merupakan kritik terhadap kaum sofis, dimana mereka mengajarkan kebijakan pada banyak orang baik didalam Athena maupun di luar kota Athena, namun dengan memungut bayaran. Biasanya yang kaum Sofis ajarkan ialah retorika dan kebanyakan dari mereka orangnya bersifat angkuh karena mereka merasa telah menjadi orang yang paling bijaksana dan kaum sofis mengatakan kebenaran berlaku relatif/subjektif.
Sokrates membantah itu semua, ia mengatakan pasti ada kebenaran yang sifatnya obyektif, dan ia lebih memusatkan perhatian pada tingkah laku manusia, bahkan ada seorang yang mengatakan Socrates telah membawa filsafat dari langit turun ke bumi, ini didasarkan atas ajarannya yang menjadikan filsafat memperhatikan manusia bukan alam semesta.
Cara yang dilakukannya adalah dengan metode dialektika yaitu melakukan dialog dengan siapa saja yang ditemuinya dan Sokrates bertanya tentang segala hal yang menyangkut kehidupan manusia bahkan pertanyaannya terkadang mudah namun sulit untuk dijawab oleh beberapa orang, terkadang ia mengungkapkan pertanyaan dengan humor yang terkesan tidak serius.
Sokrates sebenarnya ingin memperkenalkan metodenya ini dengan nama maieutike tekhne atau dapat diartikan sebagai seni kebidanan. Yang dimaksud Socrates disini adalah membidani jiwa, karena ia percaya bahwa setiap orang telah mempunyai pengetahuan semu yang didapat dari ilham yang disampaikan oleh roh atau pertanda ilahi (daimonion semeion), namun biasanya manusia tidak menyadarinya, dan tugasnyalah untuk menyedarkan mereka akan pengetahuan semua itu sehingga yang tadinya pengetahuan bersifat semu itu menjadi pengetahuan yang nyata dan disadari.


PLATO

Plato lahir pada tahun sekitar 428/7 SM dalam suatu keluarga terkemuka di Athena. Ayahnya bernama Ariston dan ibunya bernama Periktione. Sesudah Ariston meninggal, Periktione dinikahi pamannya yang bernama Pyrilampes. Plato banyak terpengaruh oleh kehadiran Pyrilampes ini, seorang politikus yang termasuk kalangan Perikles. Menurut kesaksian Aristoteles, Plato juga dipengaruhi oleh Kratylos, seorang filsuf yang meneruskan ajaran Herakleitos. Kratylos berpendapat bahwa dunia kita berada dalam perubahan terus-menerus, sehingga pengenalan tidak mungkin karena suatu nama pun tidak dapat diberikan kepada benda-benda.
Dari pergaulan dengan para politikus, Plato akhirnya meciptakan sebuah pemikiran bahwa pemimpin suatu negara haruslah seorang filsuf. Hal ini dilontarkan karena kekecewaannnya atas kepemimpinan para politikus yang ada pada saat itu, terutama yang berkaitan dengan kematian gurunya, yaitu Sokrates, yang di persidangan berakhir pada kematian.
Pada perkembangan selanjutnya Plato mendirikan Akademia sebagai pusat penyelidikan ilmiah dan disekolah ini ia berusaha merealisasikan cita-citanya, yaitu menjadikan filsuf-filsuf yang siap menjadi pemimpin negara. Akademia inilah awal dari munculnya universitas-universitas saat ini karena lebih menekankan pada kajian ilmiah yang bukan sekedar retorika. Ia terus mengepalai dan mengajar di akademia ini hingga akhir hayatnya yaitu pada tahun 348/7 SM.
Dalam menghasilkan karya-karya fisafatnya, Plato menggunakan metode dialektika karena ia percaya filsafat akan lebih baik dan teruji jika dilakukan melalui dialektika dan banyak dari karya-karyanya disampaikan secara lisan di akademia-nya. Disatu sisi ia masih mempercayai beberapa mitos yang digunakan olehnya untuk mengemukakan dugaan-dugaan mengenai hal-hal adiduniawi. Dan tentunya ia banyak dipengaruhi oleh gurunya, Sokrates, dalam pemikirannya.

Idea merupakan inti dasar dari seluruh filsafat yang diajarkan oleh Plato. Ia beranggapan bahwa idea merupakan suatu yang objektif, adanya idea terlepas dari subjek yang berpikir. Idea tidak diciptakan oleh pemikiran individu, tetapi sebaliknya pemikiran itu tergantung dari idea-idea. Dalam menerangkan idea ini Plato menerangkan dengan teori dua dunianya, yaitu dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang disajikan pancaindera, sifat dari dunia ini tidak tetap terus berubah, dan tidak ada suatu kesempurnaan. Dunia lainnya adalah dunia idea, dan dunia idea ini semua serba tetap, sifatnya abadi dan tentunya serba sempurna.
Plato menganggap bahwa jiwa merupakan pusat atau inti sari kepribadian manusia, dan pandangannya ini dipengaruhi oleh Sokrates, Orfisme, dan mazhab Pythagorean. Salah satu argumen yang penting ialah kesamaan yang terdapat antara jiwa dan idea-idea, dengan itu ia menuruti prinsip-prinsip yang mempunyai peranan besar dalam filsafat. Jiwa memang mengenal idea-idea, maka atas dasar prinsip tadi disimpulkan bahwa jiwa pun mempunyai sifat-sifat yang sama dengan idea-idea, jadi sifatnya abadi dan tidak berubah.
Plato mengatakan bahwa dengan kita mengenal sesuatu benda atau apa yang ada di dunia ini, sebenarnya hanyalah proses pengingatan sebab menurutnya setiap manusia sudah mempunyai pengetahuan yang dibawanya pada waktu ia berada di dunia idea. Ketika manusia masuk ke dalam dunia realitas jasmani, pengetahuan yang sudah ada itu hanya tinggal diingatkan saja. Maka Plato menganggap juga bahwa fungsi seorang guru adalah mengingatkan muridnya tentang pengetahuan yang sebetulnya sudah lama mereka miliki.
Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengaatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani kuno, yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/ adat kebiasaan saja dan bukan physis/ kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kodratnya hidup dalam polis atau negara.


ARISTOTELES

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, pada tahun 384 SM. Ayahnya adalah seorang dokter pribadi Amyntas II, raja Makedonia. Pada umur tujuh belas tahun, Aristoteles dikirim ke Athena agar ia dapat belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama kemudian Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan “pengetahuan praktis”. Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.
Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru anak raja Philippos yang berumur tiga belas tahun dan kemudian dalam sejarah terkenal dengan nama Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibuka sekolahnya sendiri yang dinamakan Lyceum, dinamakan begitu karena tempatnya dekat dengan halaman yang dipersembahkan kepada dewa Apollo Lykeios. Dengan semangat yang besar sekali, para anggota Lyceum memperlajari semua ilmu yang dikenal pada waktu itu. Aristoteles membentuk suatu perpustakaan yang memgumpulkan macam-macam manuskrip dan peta bumi. Menurut kesaksian Strabo, seorang sejarawan Yunani-Romawi, itulah perpustakaan pertama dalam sejarah manusia. Mungkin Aristoteles membuka juga semacam museum yang mengumpulkan semua benda yang menarik perhatian, terutama dalam bidang zoologi dan biologi. Diceritakan juga bahwa Alexander memberi suatu sumbangan besar untuk membentuk koleksi itu dan memerintahkan semua pemburu, penangkap unggas, dan nelayan dalam kerajaannya, supaya mereka melaporkan kepada Aristoteles mengenai semua hasil yang menarik dari sudut ilmiah.
Perkawinan pertama Aristoteles dengan Pythias ini membuahkan seorang anak perempuan. Aristoteles menikah lagi dengan Herpyllis yang melahirkan anak laki-laki bernama Nikomakhos. Suatu kejadian yang sangat menggelisahkan bagi Lyceum adalah kematian Alexander Agung pada tahun 323 SM. Hal ini mengakibatkan suatu gerakan anti-Macedonia dengan maksud melepaskan Athena dari kerjaan Macedonia. Aristoteles dituduh karena kedurhakaan (asebeia). Ia meletakkan pimpinan Lyceum kepada muridnya, Theophrastos, dan melarikan diri ke Khalis, tempat asal ibunya. Menurut tradisi kuno, Aristoteles melarikan diri dengan mengatakan “Ia tidak akan membiarkan Athena berdosa terhadap filsafat untuk kedua kalinya” (dengan alusi kepada nasib Sokrates). Tetapi pada tahun berikutnya ia jatuh sakit dan meninggal di tempat pembuangan itu pada usia 62/63 tahun. Kita masih memiliki teks wasiat Aristoteles yang disimpat oleh Diogenes Laertios.
Tercatat bahwa 47 karya Aristoteles masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku berhasil diciptakannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang hebatnya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, psikologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba.
Mungkin sekali yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filsafat yang penting ini. Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).
Berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Pemikiran lainnya adalah tentang gerak dimana dikatakan semua benda bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak teleologis. Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada penggerak dimana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian disebut dengan theos, yaitu yang dalam pengertian bahasa Yunani sekarang dianggap memiliki arti Tuhan.
Di bidang politik, Aristoteles sudah mulai membedakan sejara jelas ajaran Plato tentang negara dan etika individual karena dalam dialog Politeia misalnya, hal ini membicarakan kesua-duanya.Dalam suatu karyanya sendiri yang bernama Politica, ia menghidangkan pikirannya tentang negara atau politik. Namun demikian, pada Aristoteles juga ada hubungan erat antara politik dan etika, sehingga pada akhir uraiannya dalam Ethica Nicomachea sudah menunjuk kepada karyanya mengenai politik.

Sekilas tentang Filsafat Jaman Modern

Ajaran terpenting dari filsafat modern adalah rasionalisme dari Rene Descartes, empirisme dari David Hume, dan Rasionalisme kritis/Filsafat transendental yang menggabungkan rasionalisme dan empirisme dari Immanuel Kant

RASIONALISME

Rasionalisme adalah teori/paham yg menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem kebenaran yang lepas dari jangkauan indra dan lebih mengutamakan kemampuan akal daripada emosi, atau batin. Perkembangan pengetahuan mengenai rasionalisme ini mulai berkembang pesat pada abad ke-17.
Orang yang dianggap sebagai bapak rasionalisme adalah Rene Descartez (1596-1650) yang juga dinyatakan sebagai bapak filsafat modern. Semboyannya yang terkenal adalah cogito ergo sum (saya berpikir, maka saya ada). Dengan cogito ergo sum-nya Descartes mengandaikan bahwa pikiran atau kesadaran akan melukiskan kenyataan diluar pikiran kita, dengan kata lain keadaan diluar pikiran atau kenyataan yang kita temui diluar pikiran adalah bersumber dari pikiran atau kesadaran diri kita. Dengan cara menyadari kesadaran diri kita sendiri maka kita akan mengenal dunia diluar diri kita. Descartes hanya berpijak kepada salah satu alat yaitu rasio, sementara alat yang lainnya seperti indra diabaikan. Descartes beranggapan bahwa hanya dengan rasio atau kesadaran (cogito) maka kita akan mengenali diri dan pikiran kita, sementara kenyataannya kita masih melihat adanya ada lain di alam kenyataan.
Tokoh-tokoh lainnya adalah John Locke (1632-1704), J.J. Rousseau (1712-1778), Jean-Jacques Rousseau (1712-1778), dan J.B. Basedow (1723-1790). John Locke terkenal sebagai tokoh filsafat dan pendidik dengan pandangannya tentang tabula rasa dalam arti bahwa setiap insan diciptakan sama, sebagai kertas kosong. Dengan demikian, melatih atau memberikan pendidikan atau pandai menalar merupakan tugas utama pendidikan formal. J.J. Rousseau adalah seorang tokoh pendidikan yang berpandangan bahwa seorang anak harus dididik sesuai dengan kemampuannya atau kesiapannya menerima pendidikan. J.J Rousseau meyakini kebenaran bahwa manusia terlahir dengan hak-hak yang secara kodrati melekat dalam dirinya. J.B. Basedow berpandangan bahwa pendidikan harus membentuk kebijaksanaan, kesusilaan, dan kebahagiaan.

EMPIRISME

Empirisme adalah aliran ilmu pengetahuan dan filsafat yang berdasarkan metode empiris, yaitu bahwa semua pengetahuan didapat dengan pengalaman. Bahan yang diperoleh dari pengalaman diolah oleh akal, dan dijadikan sebagai sumber pengetahuan karena pengalamanlah yang memberikan kepastian yang diambil dari dunia fakta. Empirisme berpandangan bahwa pernyataan yang tidak dapat dibuktikan melalui pengalaman adalah tidak berarti atau tanpa arti. Ilmu harus dapat diuji melalui pengalaman, dengan demikian kebenaran yang diperoleh bersifat aposteriori yang berarti setelah pengalaman (post to experience).
Filsuf empirisme David Hume (1711-1776), melakukan pembedaan antara kesan dan ide. Kesan merupakan penginderaan langsung atas realitas lahiriah, sementara ide adalah ingatan atas kesan-kesan. Menurutnya, kesan selalu muncul lebih dahulu, sementara ide sebagai pengalaman langsung tidak dapat diragukan. Dengan kata lain, karena ide merupakan ingatan atas kesan-kesan, maka isi pikiran manusia tergantung kepada aktivitas inderanya. Hume seperti layaknya filsuf Empirisme lainnya menganut prinsip epistemologis yang berbunyi, “nihil est intelectu quod non antea fuerit in sensu” yang berarti, “tidak ada satu pun ada dalam pikiran yang tidak terlebih dahulu terdapat pada data-data inderawi”.
Tokoh-tokoh empirisme lainnya antara lain Francis Bacon (1561-1626), dan Thomas Hobbes (1588-1679). Francis Bacon telah meletakkan dasar-dasar empirisme dan menyarankan agar penemuan-penemuan dilakukan dengan metode induksi. Menurutnya ilmu akan berkembang melalui pengamatan dalam ekperimen serta menyusun fakta-fakta sebagai hasil eksperimen. Pandangan Thomas Hobbes sangat mekanistik, karena merupakan bagian dari dunia, apa yang terjadi pada manusia atau yang dialaminya dapat diterangkan secara mekanik. Ini yang menyebabkan Thomas Hobbes dipandang sebagai penganjur materialisme. Sesuai dengan kodratnya manusia berkeinginan mempertahankan kebebasan dan menguasai orang lain. Hal ini menyebabkan adanya ungkapan homo homini lupus yang berarti bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lain.

RASIONALISME KRITIS

Filsafat Kant (1724-1804) dirumuskan dalam perdebatan dua pandangan besar pada waktu itu, yakni rasionalisme dan empirisme, khususnya rasionalisme G.W. Leibniz (1646-1716), dan empirisme David Hume (1711-1776). Kant dipengaruhi oleh mereka, tetapi mengkritik kedua pemikiran filsuf ini untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan mereka, serta kemudian merumuskan pandangannya sendiri sebagai sintesis kritis dari keduanya, yakni filsafat transendental (transcendental philosophy). Dalam arti yang lebih luas, ia mau ‘melampaui’ posisi epistemologis dua paradigma yang saling beroposisi tersebut. Ini adalah intensi utama dari filsafat Kant, yakni sebuah tanggapan terhadap problem epistemologis yang terkait dengan proyek pencerahan yang mendominasi panggung filsafat abad ke delapan belas.
Filsafat transendental Kant bukan bertujuan untuk mengetahui objek pengalaman, melainkan bagaimana subjek (manusia) bisa mengalami dan mengetahui sesuatu. Filsafat transendental itu tidak memusatkan diri dengan urusan mengetahui dan mengumpulkan realitas kongkrit seperti misalnya pengetahuan tentang anatomi tubuh binatang, geografis, dll, melainkan bertujuan untuk mengetahui hukum-hukum yang mengatur pengalaman dan pemikiran manusia tentang anatomi tubuh binatang, dll. Hukum-hukum itu oleh Kant disebut hukum apriori (hukum yang dikonstruksi akal budi manusia) dan bukan aposteriori (hukum yang berdasarkan pengetahuan inderawi).
Tujuan utama dari filsafat Kant adalah untuk menunjukkan bahwa manusia bisa memahami realitas alam (natural) dan moral dengan menggunakan akal budinya. Pengetahuan tentang alam dan moralitas itu berpijak pada hukum-hukum yang bersifat apriori, yakni hukum-hukum yang sudah ada sebelum pengalaman inderawi. Pengetahuan teoritis tentang alam berasal dari hukum-hukum apriori yang digabungkan dengan hukum-hukum alam obyektif. Sementara pengetahuan moral diperoleh dari hukum moral yang sudah tertanam di dalam hati nurani manusia. Kant menentang empirisme dan rasionalisme karena bagi Kant kedua pandangan tersebut haruslah dikombinasikan dalam satu bentuk sintesis filosofis yang sistematis.

Jumat, 19 Maret 2010

Aku menulis karena aku ingin menulis

Aku tak punya bakat sedikit pun dalam menulis. Berbeda dengan orang lain, yang di dalam pikirannya sudah terpapar ide-ide brilian untuk mengarang suatu cerpen, novel, esai, puisi, bahkan karya ilmiah, aku tak bisa berkarya sehebat mereka, tapi walau begitu, menulis adalah salah satu cara untuk menyalurkan segala kegundahanku, kemarahanku dan kesedihanku, yang bertumpuk-tumpuk dalam hati ini, karena aku tak bisa menyalurkannya pada orang lain. Kebanyakan aku menulis karena tuntutan emosi, bukan keinginan, tapi berkat itu tulisanku menjadi murni dan lebih berwarna.
Pernah dalam tugas B.Indonesia kami diperintahkan untuk membuat cerpen, yang terpilih akan ditampilkan di mading sekolah. Lalu aku menulis cerpen tentang aku dan teman-temanku saat di study tour, hasilnya cerpenku terpilih untuk mengisi mading, bahkan karena cerpen yang kutulis berada di dalam karton besar yang kuhias-hias, ia sampai memenuhi papan mading sehingga dalam mading tersebut hanya ada cerpenku.
Aku menulis karena itu membuatku sangat lega, membuat pikiranku termotivasi, hatiku tak bersedih lagi, dan jiwaku bersemangat kembali. Yang sering kutulis, tentunya adalah pengalaman masa laluku. Karena ketika aku menulis pengalamanku, aku seperti mengenang teman-temanku, guru-guruku, orang tuaku, dan semuanya yang aku sayangi. Mereka seperti hadir kembali dalam pikiranku, mensupportku, sehingga aku dapat menguatkan diriku dalam masa-masa yang pahit.
Aku menulis, karena aku sangat mencintai mereka, mencintai semua orang yang telah dan akan berpisah dengaku. Aku menulis, sebagai cetak hitam perasaanku, agar mereka tahu, bahwa aku masih mencintai mereka.

Kamis, 18 Maret 2010

Mereka

Di sini aku sendiri, sepi, tiada yang menemani.

Ketika mereka sudah pergi
Ketika detik demi detik telah berganti
Ketika tak ada teman untuk berbagi

Raga serasa ingin mati
Jiwa sudah tak tahan lagi
Kesepian mengusik hati, dan akhirnya tak ada yang berubah, tetap saja begini

Aku berharap mereka kembali
Menemaniku disini
Tertawa bersamaku lagi
Bersedih bersamaku lagi
Berjuang bersamaku lagi
Mengejar impian yang dinanti
Bersama-sama...lagi

Tapi tetap saja, mereka sudah pergi
Dan masa lalu, tak akan kembali.

Sabtu, 13 Maret 2010

Kangen



Malam yang sepi, ketika tak ada hal menarik untuk dilakukan, atau ketika tak ada bayang-bayang masa depan yang menyenagkan akan datang, aku selalu ingat akan masa laluku. Masa laluku bisa dibilang tak ada yang pantas dibanggakan, tapi aku belajar banyak hal disana, pelajaran mengenai kehidupan, sekarang dan setelah, karena tak ada yang lebih penting dari itu. Bagian yang menyenangkan dari masa laluku juga hanya 2,5 tahun sebelum aku kuliah, sebelum dari itu bisa dibilang malah mengesalkan, tetapi aku sekarang tahu, bahwa sebab dari masa-masa mengesalkan itu adalah "aku" sendiri, lagipula masa-masa itu juga adalah pelajaran yang amat berharga bagiku.
Ketika pertama kali masuk paskibra misalnya, sungguh luar biasa instruktur paskibra (kakak kelas 2) itu mengajariku, terutama Kang Aldi, baru pertama kali dalam seumur hidupku aku disupport habis-habisan hanya untuk bisa jalan di tempat dengan baik (karena memang dulu (sekarang juga sih tapi tak separah dulu) badanku lemah dan loyo habis-habisan). Dan juga saat pelantikan, yang pada hari sebelumnya temanku Nanda datang ke rumah memberi tahuku mengenai barang-barang yang akan dibawa untuk pelantikan besok karena minggu itu aku tidak ikut latihan. Esoknya, pada saat pelantikan aku datang dengan santai, sedangkan teman-temanku terlihat sangat cemas, rupanya aku belum tahu apa yang dimaksud dengan "pelantikan" itu sendiri. Teman-temanku memberitahuku hal-hal mengerikan mengenai pelantikan paskibra, sampai mau pulang rasanya hingga temanku Agnes berkata bahwa pelantikan paskibra itu hanya satu kali saja, padahal yang sebenarnya ada tiga kali. Ternyata memang benar bahwa pelantikan paskibra itu adalah hal yang amat menyeramkan, walaupun memang menambah ikatan kekeluargaan kami teman seangkatan paskibra, sampai-sampai saya harus pura-pura menangis pada saat pertama kalinya kumpul barisan di pelantikan pertama saya (maaf ya teh nur, hehehe). Emak (Ria) dan Ayah (Teddy), palu dan bulu kami (ceritanya mereka orang tua kami dalam paskibra), benar-benar habis-habisan mendapat hukuman karena tanggung jawabnya kepada kami, teman seangkatannya. Saya benar-benar tak tega dan kagum sekaligus, terutama pada Teddy, karena biar bagaimanapun dia dimarahi air mukanya tetap tegas dan tidak menunjukkan kelemahan sedikitpun, sampai pernah suatu ketika pada saat latihan aku lupa membawa topi, dan aku mencari-carinya di berbagai tempat karena biasanya anak-anak suka meninggalkan topinya di kolong meja (terutama aku, hahaha) hingga aku menemukan topi berlabel sekolah lain, karena takut akan dimarahi, sebelum memakainya aku menanyakannya pada Teddy mengenai topi itu, boleh dipakai atau tidak, Teddy meyakinkanku bahwa itu boleh dipakai sampai-sampai akhirnya dia menukar topinya sendiri karena aku terlalu ragu dan takut. Saat sudah jam 1 dan kami mulai duduk siap grak, sungguh jackpot sekali, alumni tergalak sedunia, dengan sangat kebetulan dan tumbennya, "Teh Reka" (orang yang masuk rekor paling banyak menamparku), datang. Dan dia melihat topi itu beserta label sekolahnya di meja Teddy, didampratlah temanku yang satu ini habis-habisan, sungguh tak enak hati rasanya, dan tentu saja setelah itu aku minta maaf, tapi seperti biasanya, hal itu bagaikan angin lalu baginya, hebat sekali. Ria juga begitu (emak paskibra angkatan kami), sangat tegar, walaupun amat sangat dramastis ketika setiap melihatnya menangis, karena memang sudah sepantasnya ia menangis, aku tak heran kalau ada siswi yang ingin melepas jabatan itu karena memang jabatan itu tak menyenangkan sekali. Walaupun pelantikan-pelantikannya amat sangat berkesan, tapi kenangan yang paling berkesan adalah ketika aku mengikuti lomba paskibra di Tengaw bersama mereka. Memang cuma satu kali itu saja aku ikut lomba karena siapapun akan sangsi kalau bisa menang bila mengikutsertakan aku, bahkan temanku "Rahmad", si anak baru yang tak jelas dia angkatan 12 atau 13, pernah ikut lomba dua kali di sekolahku, walaupun memang yang kedua itu aku yang paksa karena tak ada anggota lagi yang siap atau pantas. Pernah suatu kali itu setelah seminggu (atau dua minggu? lupa) lamanya aku mengorbankan waktu liburanku untuk latihan, dihancurkan oleh sebuah pengumuman dari senior mengenai siapa saja yang akan ikut lomba di Balkot, bisa dilihat, aku tak masuk, dan entah kenapa aku menangis pada saat itu, tak jelas, aku sendiri tak mengerti kenapa aku menangis, bukan sesuatu yang kurencanakan dan kupahami, reflek saja. Sungguh sangat memalukan karena aku menangis di depan juniorku, sudah kututup-tutupi dan kuusahakan berhenti tapi tak kunjung reda dan kelihatan juga. Ria sampai kesal kepadaku dan menyuruhku berhenti karena memang kelas 1 dan 2 sedang berkumpul bersama saat itu dan itu sangat memalukan, langsung kubilang saja aku tak menghentikannya karena tak tahu kenapa, saat aku minta izin pulang mereka malah tak membolehkan karena tak enak kepadaku, lantas aku harus bagaimana? membiarkan diriku dalam keadaan memalukan begitu? Langsung saja aku pergi menyendiri ke pos satpam sampai tangisanku berhenti, entahlah kawan, secara sadar 100% sebenarnya aku tak menangis, mungkin ini terjadi karena aku sangat kecewa. Aku ingin pulang saat aku sedang menyendiri, tapi tasku ditahan mereka, langsung saja ketika mereka latihan dan tak melihatku aku langsung mengambil tas dan pulang. Dua minggu kemudian, Rahmad datang ke rumahku, atas alasan yang tidak jelas, mungkin dia datang karena tidak enak padaku, dia menceritakan mengenai kekalahan prawira 2 di balkot yang ceritanya agak mengerikan, aku bingung, setelah beberapa saat aku baru ingat bahwa ada lomba di balkot, memang setelah sampai di rumah saat itu aku benar-benar tidak mau memikirkan mengenai lomba lagi, dan akhirnya aku benar-benar lupa, untunglah bagiku. Nah mungkin kejadian-kejadian itu yang membuat aku sangat amat bahagia ketika mengikuti lomba, ketegangannya, tanggung jawabnya, rasa malu kami pada sekolah karena selama kami ikut lomba belum pernah menghasilkan tingkatan juara apapun, setelah kami selesai tampil aku menangis deras sekali, lagi-lagi atas sesuatu yang tidak terlalu kupahami dan apalagi kurencanakan, selesai pengumuman pemenang pun lagi-lagi aku menangis lebih deras lagi, walaupun hanya juara harapan 1 tapi kami sangat bahagia karena akhirnya our last plan in this organization selesai juga, kami saling berpelukan, berterima kasih, sambil menangis deras tentunya. Dan itu kawan, indah sekali rasanya.


(To be continue, hehehe)

Jumat, 12 Maret 2010

Dear My Friend

Good times and bad times,
I can count on being with you.
I thank you for staying
So true.
My life will go on a long time.
Have to catch up when I see you.
And you are my reason I can
Make it through.

I will give my word that
I will come in time to rescue,
My heart will always be
with you
I'm so glad I met you,
Being with me wherever.
Made for each other,
Forever.

I know life can be tough on you,
Time and time again
Laughter may be gone away.
I will wipe away my tears
Tomorrow.
But life must go on,
Not so easy that you travel
Away.

I will be there
If you need me.
And I know you'll do the same.
I can see you,
I can hear you
In my heart.

You will be here,
If I need you
I will never have to guess.
'Cause we are
Very special friends

So send me a letter,
Let me know how you're doin'.
You are my lifetime and
True friend.
We'll never be forgotten.
Having trust is all we
Really need.
You are always with me
In the life I lead.

So far, far away,
From life I used to know
Worries are to follow too.
I will stop and close my eyes,
Remember.
And at the rainbow I can take you.
I will catch it for you.

Memories you can recall with me,
Any time of day.
You can reach out, you can ask me,
In your soul.

I will answer when you call me.
I will come, no matter how.
'Cause we are
Very special friends.

Just like a river that flows.
Just like stars and the dark night.
Meet me in the storm.
Meet me in the dark.
You are the light of
My life.

Rabu, 10 Maret 2010

Tidak Mungkin Tapi Bisa

Tidak Mungkin Tapi Bisa

Akhirnya ketemu juga rekaman MTGW yang dihadiri saya dengan bude dan sepupu saya. Saya sendiri yang di TVnya belum nonton sih, hahaha....

Senin, 08 Maret 2010

Indahnya Dakwah


Menyebarkan kebenaran memang sesuatu yang menyenangkan apabila kebenaran itu langsung/mudah diterima oleh publik. Tapi faktanya banyak kebenaran yang tidak populer yang sulit untuk diterima oleh publik, dan tentu saja menyampaikannya menjadi suatu siksaan dan cobaan yang berat bagi penyampainya. Setiap orang yang tahu mengenai kebenaran (atau paling tidak menganggap dirinya benar) pasti akan tergoda untuk menyampaikannya, karena memang manusia adalah makhluk sosial. Tapi bagi pendengar yang merasa dirinya lebih benar juga akan menyampaikan kontradiksinya (dalam hati paling tidak), dan untuk yang anarkis bisa kita bayangkan sendiri tindakan apa yang akan dilakukannya, mengingat apa yang terjadi pada Nabi-nabi terdahulu ketika mereka menyampaikan wahyu dari-Nya.
Sedikit menyampaikan saja mengenai teknik dakwah yang baik dalam Islam. Pertama, kita harus tahu kita berhadapan dengan siapa. Contohnya saja ketika kita berusaha membawakan tausiyah di suatu masjid dan berusaha meyakinkan argumentasi kita, apabila argumen yang kita bawakan tersebut bersifat sensitif (misalnya mengenai obama (menolak kedatangannya sama saja tidak menghargai tamu secara besar-besaran lho), atau mengenai musik, dll), harus menampilkan sumber-sumber pendukung yang pasti, seperti mencari ayat al-Qur'an atau Hadits sahih yang cocok, dll. Atau saran saya jangan menampilkan sesuatu yang sensitif apabila kita hanya menduga-duga saja mengenai kebenarannya (Sesungguhnya persangkaan itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi kebenaran (QS. al-Baqarah [2]: 31)). Kedua, kita harus tahu mengenai apa yang kita bicarakan. Orang yang tahu mengenai apa yang dibicarakannya akan memilih bahasa yang mudah untuk dijelaskan kepada orang lain, sehingga argumen-argumen kita mudah dimengerti dan meyakinkan. Ketiga, penampilan anda harus meyakinkan. Yang pertama kali dilihat orang ketika berhadapan dengan anda adalah penampilan anda, tentu saja yang saya maksud disini bukan hanya penampilan jasmani seperti baju, dll, tetapi juga cara anda menyampaikannya. Sebuah kebohongan pun kalau disampaikan dengan baik akan menjadi sesuatu yang dipercaya oleh masyarakat, apalagi kebenaran, pasti akan lebih mudah (dan berpahala tentunya).
Sedikit curhat saja, saat ini saya juga sedang berusaha untuk mengumpulkan bahan-bahan dakwah. Mencari materi untuk orang-orang anarkis yang mengganggu itulah paling tidak, hehehe. Karena itu, satu-satunya cara agar untuk menambah kemampuan kita adalah berlatih, berlatih, dan berlatih, karena usaha=hasil itu pasti. Disinilah indahnya dakwah, karena berusaha untuk kebaikan sama dengan berusaha untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semangat kawan, doakan saya untuk menjadi lebih baik dalam berusaha :).

Minggu, 07 Maret 2010

Kumpulan Motivasi


Status-statusku di Facebook

- Kumpulan sesuatu yang berwarna menjadi sangat baik karena bisa menyeimbangkan semuanya sehingga tak ada yang berlebihan. (Sc2)

- Jangan sekali-kali berkata "Kitalah yang akan mendapat semua pahalanya" atau "Kamu/Kita pasti masuk surga/neraka", karena tidak dari satu kata pun yang bisa kita pertanggungjawabkan dan kita tak punya hak sedikit pun untuk memutuskannya.

- Kebenaran hakiki bukanlah sesuatu yang dapat diterima oleh manusia berakal terbatas. "Kalau sekiranya samudra menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku maka sungguh habislah (air) samudra itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula" (QS. al-Kahf [18]: 109)

- Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya (QS. Ali 'Imran [3]:182)

- Planing Allah adalah Planing terindah yang takkan bisa diterka manusia.

- Allah tidak menciptakanmu untuk menunggu kematian, Allah menciptakanmu agar kau dapat berjuang meraih kebahagiaan dan berbahagia dalam perjuangan itu sendiri.

- Orang bijak membandingkan prestasinya dengan tujuannya, sedangkan orang bodoh membandingkan prestasinya dengan prestasi orang lain.

- Ketersembunyian-Nya disebabkan oleh kejelasan-Nya yang luar biasa, dan kejelasan-Nya yang luar biasa disebabkan oleh ketersembunyian-Nya. Cahaya-Nya adalah tirai cahaya-Nya, karena semua yang melampaui batas akan berakibat sesuatu yang bertentangan dengannya. (Filsuf muslim: Imam al-Ghazali).

- Setiap kebohongan akan menjadi akar untuk kebohongan yang lain.

- Rasa kesal atau rasa benci itu timbul karena kita berhadapan dengan orang yang tidak baik atau kitalah yang menjadi tidak baik, karena itu apabila kalian merasa kesal atau benci salahkan salah satu dari dua hal diatas atau salahkan kedua-duanya.

- Hidup ini akan terasa sangat indah apabila kita bukan merasa aman karena terlindungi oleh harta, asuransi, pangkat, tetapi merasa terlindungi karena Allah selalu ada di dekat kita.

- Untuk apa saya menatap masa lalu dan memikirkan masa depan lama-lama, lebih baik saya berusaha dan bersyukur untuk hari ini, bisa nafas aja masih syukur.

- Mereka berkata "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan yang dekat (ini), kita tidak ada dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", padahal mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. al-Jatsiyah [45]: 24)

- Tak merencanakan keberhasilan = Merencanakan kegagalan, karena kegagalan tak perlu direncanakan.

- Semua orang yang sedang tidak dekat dengan Tuhannya akan merasa tidak damai.

- Filsafat hanya mampu memberi jawaban terhadap kegelisahan di akal, namun tidak dapat menghentikan kegelisahan di hati.

- al-Qur'an berpesan agar kita tidak berlebihan dalam beragama (QS. an-Nisa' [4]: 171 dan QS. al-Ma'idah [5]: 77). Nabi saw. juga bersabda, "Agama ini (Islam) adalah mudah. Barang siapa bersikap ekstrem dalam beragama, maka ia pasti dikalahkan olehnya" (HR. Bukhari dan an-Nasa'i dari Abu Hurairah).

- Orang yang memendam rasa cinta dan tidak pernah menyombongkan rasa cintanya adalah orang yang paling mengerti arti dari cinta, karena ia terus belajar dari cinta yang menunggu di dalam hatinya dan mengikhlaskannya untuk datang dan pergi karena ia tahu cinta itu hanya milik Dzat yang paling mulia.

- Marah itu melegakan hati sendiri, tetapi merusak hati orang lain.

- Gagal yang terindah, adalah gagal (berusaha) melayani Tuhan, karena itu tidak mungkin terjadi.

- Semua penderitaan adalah pemberitahuan untuk memperbaiki diri, atau memperkuat diri, atau mengutuhkan penyerahan diri kepada Tuhan.

- Orang pintar menjelaskan sesuatu yang rumit untuk dijelaskan menjadi mudah untuk dimengerti orang lain, sedangkan orang yang kurang pintar menjelaskan sesuatu (bahkan yang mudah sekalipun) dengan bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh orang lain agar KELIHATAN pintar.

- Kehidupan kita itu penting, karena itu jangan banyak lakukan hal-hal yang tidak penting.

- Cara terbaik untuk melawan musuh adalah menjadikannya teman.

- Yang Allah inginkan dari kita adalah "berusaha untuk sempurna" bukan "menjadi sempurna".

- Sakit itu ada agar kita dapat menghargai kesehatan, karena itulah hargai kesehatan bila tidak mau sakit.

- Cara terbaik untuk memulai sesuatu adalah MULAI.

- Ribuan orang jatuh miskin setiap tahun karena upayanya untuk menghindari kelihatan miskin.

- Disaat kamu merasa hanya sendirian dan kesepian, disaat itu pula kamu tidak mengakui bahwa Allah selalu menemanimu.

- Fokuslah kepada penggapaian tujuan, bukan permasalahan yang ada pada tujuan tersebut.

- Apakah kita harus menunggu perkataan "aku menyesal" agar kita mengikuti nasihat baik dari orang yang lebih tau sebelumnya?

- Kemuliaan hidup manusia dilihat dari usahanya, bukan dari hasilnya.

- Cobalah untuk bertanya mengapa kita tidak mencoba sesuatu yang lain dari yang sekarang kita lakukan.

- Kita harus sibuk melakukan pekerjaan yang membangun hidup kita, bukan pekerjaan yang menghabiskan hidup kita.

- Usaha-usaha berat dan pahit yang kita rasakan sekarang akan menjadi kenangan manis di masa depan nanti.

- Kasih sayang Allah Swt mengalir terus sepanjang waktu, hanya secara kurang ajar kita tak menyadarinya karena sudah terlalu terbiasa.

- Kebanyakan orang yang merasa dirinya baik bukanlah orang yang baik.

- Janganlah bernegosiasi dengan impian kita, tapi bernegosiasilah dengan cara mendapatkannya.

- Kehidupan hanya bisa dihargai kalau kita menghargai kematian.

- Tuhanmu lebih mengetahui yang ada dalam hatimu. Jika seandainya kamu orang baik-baik (Allah akan memaaafkan sikap dan kelakuan yang telah kamu lakukan dengan terpaksa, tidak sadar, atau yang berada di luar kontrol kemampuanmu), karena Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat (QS Al-Isra' [17]: 25).

- Anda mungkin ditipu jika terlalu mempercayai, tetapi hidup anda akan tersiksa jika tidak cukup mempercayai. Frank Crane

- Lebih banyak manusia yang melakukan kebaikan karena takut pada hukum dan norma-norma dalam masyarakat daripada takut pada Tuhannya.

Sabtu, 06 Maret 2010

Cinta


Hal yang paling tidak kumengerti, "Cinta", dan kupikir harus ada rancangan ulang mengenai bahasanya. Banyak orang bilang kalau cinta itu harus seperti suka kepada lawan jenis, maksudnya seperti suami istri begitu. Padahal, bagaimana dengan hubungan kita ke Ibu kita? atau hubungan kita ke Tuhan kita? Apakah itu juga bisa disebut dengan "Cinta".
Berbeda dengan perasaan cinta kita ke Ibu dibandingkan cinta kita ke lawan jenis yang kita sukai, yang kedua datang secara cepat bahkan mungkin tiba-tiba. Apakah yang "kedua" itu ada hubungannya dengan hawa nafsu?, tentu saja, anda harus tahu untuk kebanyakan (banyak sekali) orang bahwa nafsu jasmani itu mempengaruhi sebagian besar jiwa dan pikirannya secara tidak sadar. Mungkin ada penelitian yang berkata bahwa 90% pikiran kita berada di bawah alam sadar sedangkan 10%nya lagi tidak. Menurut saya tidak begitu, ini hanya masalah "kebiasaan" saja. Orang yang biasa melawan hawa nafsunya akan menggerakan tubuh mereka sesuai dengan akal rasionalnya. Berbeda dengan orang yang berpikir atau menggunakan akal dan hatinya untuk mengikuti kemauan nafsunya, tentu saja totalitas tubuhnya terkontrol oleh hawa nafsu sehingga pikiran yang berada di bawah alam sadar itu semakin besar juga.
Balik lagi ke cinta tadi, so... harusnya, orang yang cinta pada pandangan pertama padahal kenal orangnya secara keseluruhan saja tidak berarti ia berada di dalam kontrol hawa nafsu. Sedangkan orang yang banyak pertimbangan dalam memilih pasangannya atau suka karena kepribadian mereka adalah orang yang sebagian besar akalnya berada di dalam alam sadar. Tentu anda bisa mengira-ngira sendiri mana diantara kedua orang ini yang kehidupannya akan lebih terjamin kebahagiaannya (yang "setelah kehidupan" juga iya tentunya). Jadi tidak salah kan bahwa kebahagiaan itu melekat erat pada etika dan estetika?...
Dan pertanyaan utamanya adalah "Apakah kita masih mau mencintai seseorang secara gelap mata sementara kita masih punya banyak orang yang jauh lebih pantas untuk kita cintai?"